Selasa, 27 Desember 2016

Tugas Sejarah/Biografi


(sebelah kanan)
Danis Guntur Pratama, lahir pada tanggal 24 juli 1990, ia adalah anak pertama dari pasangan suami istri Haris Setyawan dan Surani. Selain itu ia mempunyai 3 saudara, 1 adik laki-laki dan 2 adik perempuan. Ia merupakan sosok yang ceria dan mudah bergaul. Ia memulai jenjang pendidikannya di TK Kartika XIII pada umur 5 tahun. Ia termasuk anak yang mudah menangkap apa yang diberikan oleh gurunya. Ia juga disegani teman-temannya karena ia adalah anak yang ramah. Setelah 2 tahun bersekolah di TK tersebut, Danis melanjutkan sekolahnya ke SD Gelangan 3.
Masa SD, ia memulai sekolahnya pada umur 7 tahun di SD Gelangan 3 Magelang. SD tersebut berlokasi di dekat rumahnya. Selama bersekolah ia banyak dapat memperoleh prestasi sebagai bintang kelas selama 6 tahun berturut-turut. Setelah 6 tahun bersekolah dia melanjutkan sekolah ke SMP N 4 Magelang.
Masa SMP, ia bersekolah di SMP N 4 Magelang. Ia dikenal sebagai anak yang pintar. Ia mempunyai hobi bermain bola. Pada saat istirahat sekolah ia sering bermain bola dengan teman-temannya di lapangan sekolahnya. Prestasinya selama di SD dibawa juga ke SMP. Ia termasuk 3 besar. Kemudian setelah 3 tahun bersekolah di SMP, ia melanjutkan sekolah k SMK N 1 atau SMK Cawang
Masa SMA, ia bersekolah di SMK N 1 Magelang atau SMK Cawang. Semakin bertambahnya usia, Danis mulai mempunyai teman yang berbagai macam. Sampai suatu saat ia dia diajak ikut tawuran dengan SMK lain. Ia dipaksa karena jika tidak ikut maka dia dianggap sebagai pengecut. Akhinya ia ikut saja. Setelah pulang sekolah ia dan teman-temannya tawuran di sisi jalan. Ia sempat kena benda tajam dan berdarah. Setelah cukup lama, ia pulang ke rumah dan seragamnya berlumuran darah. Orang tuanya merasa kecewa pada Danis karena selama ini ia merupakan anak yang berprestasi. Selama beberapa hari dia didiamkan orang tuanya. Akhirnya Danis meminta maaf kepada orang tuanya dan berjanji untuk berubah. Sisa sekolahnya yaitu 2 tahun dimanfaatkan Danis untuk berubah dan menjadi anak yang teladan. Sampai suatu saat ia hanya iseng mengikuti pendaftaran pekerjaan di PT Showa di Jakarta.

Setelah lulus sekolah ternyata ia sudah dikontrak perusahaan tersebut. Kemudian ia mengambil pekerjaan tersebut dan mulai bekerja dengan giat. Hanya selama beberapa bulan ia sudah bisa membelikan orang tuanya motor. Ia juga membelikan adik-adiknya handphone. Keluarganya sangat bangga kepadanya.

1 komentar: